Wed. May 18th, 2022

Kisah kota Makassar, yang pernah menjadi salah satu pusat perdagangan, masih jelas terlihat dari berbagai objek wisata sejarah di saja. Tak sedikit bangunan kuno yang hingga sekarang masih kokoh berdiri, dan dikelola menjadi wisata Makassar yang unik. Tentu saja objek-objek ini wajib masuk itinerary Anda yang menyukai sejarah suatu tempat.

Cukup banyak sebenarnya objek wisata sejarah Makassar yang masih tersedia dan dikelola dengan baik. Namun agar ringkas, kami mencoba memberikan beberapa yang paling recommended untuk dikunjungi. Tak hanya karena keindahannya, namun juga nilai sejarahnya yang kental.

Jadi mari langsung masuk ke daftar wisata Makassar dengan tema sejarah, yang kami sajikan khusus untuk Anda!

Benteng Rotterdam dan Makam Pangeran Diponegoro

Mungkin jika berbicara mengenai wisata sejarah Makassar, nama Fort Rotterdam tak akan absen dari daftar manapun. Selain menyajikan bangunan tua yang sangat gagah, benteng ini juga merupakan bangunan asli putra daerah. Dibangun pada tahun 1545 oleh Sultan Gowa ke-8, awalnya benteng ini diberi nama Benteng Jum Pandang.

Benteng ini jatuh ke tangan VOC pada masa kejayaannya, sekitar tahun 1667, kemudian diganti namanya menjadi Fort Rotterdam. Dengan luas sekitar 11.6000-an meter persegi, benteng yang satu ini dijadikan pusat administrasi dan ekonomi Belanda untuk area timur Hindia-Belanda.

Uniknya, benteng ini juga yang menjadi tempat pengasingan Pangeran Diponegoro setelah beliau tertangkap. Lokasi benteng juga dijadikan tempat peristirahatan terakhirnya, bersama pengikut dan beberapa keluarganya. Hingga saat ini Anda masih bisa bertanya mengenai kisah Pangeran Diponegoro semasa di pengasingan kepada penjaga makam, yang juga adalah cicit dari pahlawan ini.

Masjid Babul Firdaus, Wisata Sejarah-Religi Makassar

Masjid Babul Firdaus berada di Jalan Kumala, Kelurahan Jongaya, Kecamatan Tamalate. Merupakan masjid tertua yang ada di Makassar didirikan oleh Sultan Gowa ke-34, I Makkulau Daeng Serang Karaeng Lembangparang Sultan Husain pada tahun 1893. Pembangunan masjid ini juga menjadi tanda kepindahan pusat Kesultanan Gowa dari Katangka ke daerah Jongaya.

Sejak didirikan, Masjid Babul Firdaus telah mengalamin renovasi sebanyak tiga kali. Namun demikian, mayoritas bentuk dan bagian masjid tidak berubah banyak sehingga tetap terasa seperti masjid klasik yang didirikan 128 tahun yang lalu ini.

Untuk Anda yang menyukai wisata sejarah-religi, masjid yang satu ini tentu wajib jadi pengisi itinerary Anda saat berkunjung ke Makassar nanti. Keindahan, nilai sejarah, dan nuansanya yang masih sangat unik, akan jadi sajian utama di masjid tersebut.

Gereja Katedral Makassar

Selain memiliki Masjid Babul Firdaus sebagai masjid tertua, Makassar juga memiliki Gereja Hati Yesus Yang Mahakudus sebagai katedral yang ada di sana. Gereja katedral ini menjadi tanda kehadiran pastor untuk kali kedua di Makassar, tepatnya pada 1895 yang lalu. Pembangunannya buah dari ide Pastor Asselbergs SJ, dan ditempatkan tak jauh dari Lapangan Karebosi.

Jika dilihat sekilas, gereja katedral ini memiliki gaya bangunan gotik, karena menyesuaikan dengan gaya gereja di Eropa abad pertengahan. Keindahan dan estetikanya sempat mengalami sekali renovasi pada tahun 1939. namun pada bagian menara, perubahan dilakukan beberapa kali demi keindahan dan fungsionalitasnya.

Gereja ini terletak di Jalan Kajaolalido Nomor 14, Kelurahan Baru, Kecamatan Ujung Pandang. Setidaknya pada kapasitas maksimal, Gereja Hati Yesus Yang Mahakudus bisa menampung hingga 2.500 jemaat untuk kegiatan peribadatan.

Wisata Makassar Bertema Sejarah, Kompleks Makam Raja-Raja Tallo

Anda bisa mengunjungi kompleks makam ini di dalam Benteng Tallo, yang berlokasi di Jalan Sultan Abdullah Raya, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo. Jika diukur dari Pantai Losari, pantai ikonik milik Makassar, perjalannya hanya memakan waktu 30 menit saja. Cukup dekat bukan?

Kompleks makam ini sendiri, menurut data-data yang diperoleh, sudah didirikan sejak abad ke-15 bersamaan dengan kelahiran Kerajaan Tallo. Secara total terdapat 93 makan di dalamnya. Namun sejauh penelitian yang dilakukan hanya 21 pusara saja yang dapat teridentifikasi secara jelas.

Kompleks Makam Raja-Raja Tallo sudah mengalami renovasi sebanyak dua kali. Yang pertama di tahun 1975, kemudian yang kedua dilakukan tujuh tahun setelahnya. Namun renovasi ini sifatnya hanya penyegaran dan pembersihan total saja, tanpa mengubah bentuk asli dari kompleks tersebut.

Keempat wisata Makassar di atas, bisa jadi referensi menarik jika Anda mencari objek yang berkaitan dengan sejarah kota ini. Jejak sejarah, perjuangan, penjajahan, dan keagungan masyarakat Makassar tersebar merata, sehingga sangat seru jika Anda bisa mendatanginya satu per satu.

Untuk mencari referensi lain seputar wisata Makassar sendiri, Anda bisa mendatangi situs resmi Indonesia Travel. Di sana akan tersaji serangkaian informasi terbaik, terlengkap, dan paling menarik, yang bisa Anda temukan guna menyusun itinerary selama kunjungan Anda. Jadi tunggu apa lagi? Segera kunjungi situs resmi tersebut, dapatkan informasi lengkapnya, dan susun itinerary Anda dengan sempurna sambil menunggu kondisi semakin baik dan keran wisata kembali dibuka!

By Bianca